21 tempat wisata seru di Yogyakarta

1. Uji Nyali Naik ‘Kereta Gantung’ di Pantai Timang

Sudah bukan rahasia lagi kalau di Kabupaten Gunung Kidul terdapat banyak pantai yang indah, salah satunya adalah Pantai Timang yang terletak 35 kilometer di selatan Wonosari. Pemandangan ombak yang menghantam tebing dan batu karang di sini sungguh menakjubkan.

Photo via cendanaoktaviani

Bukan itu saja – jika Anda penyuka tantangan, maka Anda harus mencoba yang satu ini:

Photo via Yunaidi Joepoet

Pengunjung dapat menguji nyali mereka dengan menyeberang ke Pulau Watu Panjang menggunakan ‘kereta gantung’ sederhana yang terbuat dari kayu. Dan bukannya, meluncur di kabel berbahan baja, yang menahan ‘kereta gantung’ ini adalah tali tambang biasa!

Follow kami di Instagram!

https://instagram.com/p/8xlJRzh3fD/embed/?v=5

Photo via Widhidarma

Awalnya, ‘kereta gantung’ ini digunakan nelayan lokal sebagai alat transportasi untuk membawa lobster tangkapan.

Photo via Listiaevalinas

Pantai Timang

 Lokasi: Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 5581
Cara ke Sana: Dari Wonosari, arahkan tujuan ke selatan menuju Pantai Baron. Di pertigaan Mulo ambil arah menuju Pantai Siung lalu lewati Pasar Dakbong hingga melalui jalanan berbatu. Koordinat di sini.
Tarif Kereta Gantung: Rp200.000,-

2. Menikmati Eksotisme Perbukitan Menoreh dari Taman Wisata Alam Kalibiru

Kurang lebih sejam perjalanan ke arah barat dari pusat kota, Anda akan langsung merasakan perubahan suhu menjadi lebih sejuk. Di tempat ini udaranya masih segar dan tenang, tanpa banyak suara deru kendaraan bermotor. Pas jika Anda ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota.

Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru berada di Perbukitan Menoreh, Kulon Progo, Yogyakarta, pada ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Sejak didirikan pada tahun 2009, tempat ini langsung jadi destinasi favorit para wisatawan.

Photo via Affi Nizar

Tidak seperti taman wisata alam biasa, saat melakukan berbagai aktivitas petualangan di sini Anda bakal ditemani dengan hamparan pemandangan gunung yang begitu menakjubkan.

Photo via: Nofendi Syaifudin, emelianalian

Photo via: MahardikaGilang

Akhiri petualangan Anda dengan naik flying fox menuju puncak pohon di mana Anda bisa melihat panorama Waduk Sermo. Bahkan jika cuaca cerah nampak di kejauhan deburan ombak pantai selatan!

Photo via: emelianalian, amala vika

Wisata Alam Kalibiru

Lokasi: Kalibiru, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta 55561
Telepon: 0813 9294 7249 / 0813 9202 3122
Jam Operasional: Taman wisata alam buka 24 jam
Tiket Masuk: Rp5.000,- | Paket Outbound: Rp35.000,-

Website Resmi

3. Tak Perlu ke Afrika Untuk Melihat Gurun Pasir: Gumuk Pasir Parangkusumo

Bersantai sembari menatap matahari terbenam, ditemani semilir angin di tengah-tengah hamparan padang pasir nan luas. Di sini waktu seolah tak bergerak dan Anda bakal lupa kalau sedang berada di Pulau Jawa.

Photo via Dune StefanusAjie

Photo via: bang tora

Ingin mencoba sandboarding? Tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk berlibur ke Afrika atau Timur Tengah. Cukup ke Yogyakarta, dekat dan mudah dicapai. Di Gumuk Pasir Parangkusumo Anda bisa menyewa kendaraan ATV, dan meskipun tak ada onta, namun Anda bisa menunggang kuda di sini.

Photo via: purnomo paris beach, dwisaktisetiawan

Dan satu lagi yang bisa Anda lakukan di tempat ini… melakukan pemotretan pre-wedding! Banyak pasangan yang telah melakukannya, karena Gumuk Pasir ini begitu unik dan tiada duanya di indonesia.

Photo via: prewedding poetrafoto

Untuk mengakhiri perjalanan, Anda dapat meluncur ke infinity pool yang ada di Queen of the South Resort dan menikmati matahari terbenam.

Photo via: jessinovia, tintinpic

Gumuk Pasir Parangkusumo

Lokasi: Jl. Pantai Parangkusumo, Kec. Kretek, Kabupaten Bantuk, Yogyakarta  55772. Koordinat di sini.
Jam Operasional: 08.00 – 18.00
Tiket Masuk: Gratis | Biaya sewa kendaraan/kuda berkisar antara Rp50.000, – Rp150.000

4. Nikmatnya Kesunyian di Balik Curug Luweng Sampang

Bersiaplah terkesima oleh alur yang membentuk corak pada dinding batu yang terlukis alami oleh aliran air. Keunikan pola bebatuan Curung Luweng Sampang memiliki kemiripan dengan Antelope Canyon di Amerika Serikat, yang berbeda adalah warna bebatuannya.

Photo via: kukuhaldy

Menceburkan diri di sejuknya air pegunungan yang mengalir langsung dari Pegunungan Sewu tentu akan memberi kesegaran tersendiri. Puaskan pula rasa ingin tahu Anda dengan menjelajahi berbagai terowongan dan ceruk tersembunyi yang ada di balik curug ini.

Photo via: nadiera

Lokasinya yang begitu tersembunyi membuat Luweng Sampang belum banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Jadi luangkanlah waktu liburan Anda dengan berkunjung ke tempat eksotis yang sunyi ini mumpung belum terlalu ramai.

Photo via: IchsanPhotoworks

Curug Luweng Sampang

Lokasi: Jl. Juminahan, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul, Yogyakarta
Cara ke Sana: Tempat ini lebih mudah dijangkau melalui Jalan Jogja-Solo. Arahkan tujuan ke Kecamatan Ganti Warno. Ikuti arah jalan tersebut kira-kira ke arah tenggara hingga tiba ke Desa Sampang. Jika Anda merasa bingung jangan malu bertanya kepada warga sekitar yang ada disana. Koordinat di sini.

5. Mengarungi Sungai Bawah Tanah dan Cave Tubing di Gua Pindul

Bosan bermain air di waterpark biasa? Cobalah menyusuri sungai di Goa Pindul.

Goa Pindul Cave Tubing

Photo via: anggadwi, toekangpoto

Manjakan mata Anda dengan keiindahan stalaktit dan stalagmit yang sudah ada di goa ini sejak ratusan tahun lalu. Ada juga stalaktit dan stalagmit yang menyatu, menjadi yang terbesar ke-4 di dunia. Sst… beberapa stalaktit dan stalagmit ini diyakini dapat meningkatkan kejantanan, lho.

Lihatlah betapa kontrasnya air yang berwarna biru dengan dinding batu kapur kecokelatan, ditambah sentuhan hijaunya lumut dan tanaman paku yang terpapar cahaya matahari yang mengintip dari celah di langit-langit.

 Dan jika Anda ingin menantang diri sendiri, silakan melompat dari batang pohon setinggi enam meter langsung menuju kolam!

Photo via: nurlela adeliaputrii

  Masih kurang menantang? Anda dapat mencoba aktivitas lain yang lebih memompa adrenalin, yaitu body rafting di Goa Kalisuci yang arusnya lebih deras dengan berbagai rintangan berupa bebatuan yang bisa membuat Anda terombang-ambing tak karuan.

Photos via: cubatefa, Bintang Anjaya

Kata siapa Anda tak bisa memompa adrenalin sambil menikmati keindahan alam yang luar biasa dari goa-goa dan sungai bawah tanah?

Goa Pindul

Lokasi: Desa Gelaran 1, Kel. Bejiharjo, Kec. Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta 55891. Koordinat di sini.
Telepon: 0812 2944 9004 / 0857 2954 3819
Jam Operasional: 07.00 – 17.00
Tiket Masuk: Rp35.000,- (Lokal) | Rp50.000,- (Asing)

Website Resmi

Goa Kalisuci

Lokasi: Semanu Kabupaten, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta 55893
Telepon: 0877 3879 4513 / 0878 3974 0730 / 0817 412 2826
Jam Operasional: 07.00 – 17.00
Tiket Masuk: Rp70.000,-

Website Resmi

6. Menjelajah Hutan Purba di Goa Jomblang

Goa yang pernah menjadi lokasi syuting Amazing Race season 19 ini terbentuk ribuan tahun lalu akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi sehingga membentuk sinkhole atau sumuran. Hingga kini vegetasi berupa rerumputan, jamur, tanaman paku bahkan pepohonan besar tetap hidup dan lestari selama ratusan tahun.

Photo via: fakhrulaizat

Dalam perjalanan turun sejauh kurang lebih 80 meter dari mulut goa, aroma lembap begitu kuat menyeruak dari pepohonan dan dinding goa. Sungguh pengalaman yang seru sekaligus menegangkan!

Photo via: JetjepRusyandi

Di siang hari (antara jam 10 pagi hingga 2 siang), cahaya matahari yang masuk ke dalam gua melalui lubang di atas gua dan menyinari pepohonan memberikan pemandangan yang sungguh menakjubkan.

Photo via: Zexsen Xie

Karena lokasinya yang sulit dijangkau dan dibatasinya jumlah pengunjung, akan lebih baik apabila Anda membuat reservasi terlebih dahulu sebelum berkunjung ke tempat ini. Bawa juga pakaian ganti, termasuk sepasang kaus kaki ekstra, karena Anda bakal kotor-kotoran di sini.

Goa Jomblang

Lokasi: Semanu, Gunung Kidul, yogyakarta. Koordinat di sini.
Telepon: 0811 117 010 / 0878 3867 2111
Jam Operasional: 10.00 -14.00
Tiket Masuk: Rp450.000

7. Menyelami Dunia Ajaib Bawah Air di Unggul Ponggok

Berlokasi tak jauh dari Yogyakarta, sekilas kolam Unggul Ponggok yang berbentuk persegi panjang ini tampak seperti kolam renang biasa.

Photo via: njogja

Namun Anda akan dibuat terkejut saat melihat jauh ke dalamnya. Selain pasir, bebatuan, dan aneka jenis ikan, di dasar kolam air tawar ini Anda akan menemukan benda-benda aneh.

Photo via: jogjapetualang

Untuk menikmatinya, Anda dapat menyewa peralatan snorkeling dan berenang bersama ikan-ikan. Atau biar lebih keren, Anda bisa menyewa kamera bawah air atau meminta orang lain memotret ketika Anda sedang menyelam di kolam yang sudah ada sejak jaman Belanda  ini. Mau bawa properti foto atau kostum sendiri? Silakan.

Umbul Ponggok

Lokasi: Jl. Sultan Agung, Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah
Telepon: 0856 4739 4012
Tiket Masuk: Rp5.000,- | Snorkeling: Rp10.000,- | Sewa kamera: Rp100.000,-

8. Trek Menantang Menuju Goa Keramat: Goa Langse

(Peringatan: Trek menuju goa ini sangat curam dan berbahaya. Kami tidak menyarankan Anda yang tak berpengalaman memanjat tebing untuk mengunjunginya).

 Para pecinta tantangan pun mungkin akan berpikir dua kali sebelum pergi ke goa ini, pasalnya jalur menuju Goa Langse telah memakan korban jiwa setiap tahunnya. Namun tetap saja hal tersebut tak menghalangi para peziarah untuk bersemedi di sini.

Dengan jarak tempuh 750 meter, awalnya perjalanan menuju tempat ini tidak terlalu sulit. Pengunjung akan disambut oleh jalan setapak di antara rerimbunan ladang. Setelah itu, barulah Anda akan dihadapkan dengan tangga yang terjal dan nyaris tegak lurus di bibir tebing setinggi 400 meter serta jalur yang sangat sempit.

Photo via: kelana kecil, agus arie

Photo via: yusuf ori

Begitu mencapai Goa Langse, aroma dupa dan bunga melati langsung memenuhi udara. Di dalam goa ini juga terdapat mata air jika Anda ingin membersihkan diri sebelum mulai bermeditasi. Begitu sunyi, satu-satunya suara yang terdengar di sini adalah deburan ombak.

Photo via: tirtabakti

Apakah sebanding dengan risikonya?

Goa Langse

Lokasi: Parangtritis, Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta
Cara ke Sana: Dari Pantai Parangtritis, pergi sekitar 3 km ke arah timur melewati Queen of the South Resort dan Bukit Parangndog hingga ujung jalan. Koordinat di sini.

9. Menyambut Matahari Terbit di Candi Borobudur

Tujuan utama para pelancong saat mengunjungi Yogyakarta tak lain dan tak bukan adalah candi agama Buddha terbesar di dunia, Candi Borobudur.

Photo via: Marc Schmittbuhl

Menjadi salah satu destinasi utama wisata ziarah bagi umat Buddha di seluruh dunia, candi yang dibangun pada abad ke-9 ini merupakan simbol dari nilai-nilai luhur dan perjalanan menuju Nirwana.

 Sebagai obyek wisata yang sangat terkenal, jangan heran kalau situs warisan dunia UNESCO ini hampir selalu dipadati pengunjung. Waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah saat dini hari. Lokasinya yang ada di atas bukit memungkinkan Anda untuk menikmati indahnya sinar matahari pagi di antara ribuan stupa.

Taman Wisata Candi Borobudur

Lokasi: Jl. Badrawati, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 56553
Telepon: (0293) 788 266 / (0293) 788 267
Jam Operasional: 06.00 – 17.00
Tiket Masuk: Rp30.000,- (Lokal) dan USD 20 (Asing) | Paket Sunrise: Rp250.000,- (Lokal) dan Rp380.000,- (Asing)

Website Resmi

10. Negeri di Atas Awan: Kebun Buah Mangunan

Terletak di dataran tinggi Imogiri, belakangan ini Kebun Buah Mangunan kian populer sebagai daerah tujuan wisatawan lokal.

Photo via: Rezahandhika

Photo via: Widarko Hartono

Panorama perbukitan, lembah, sungai, hutan , awan dan kabut yang tampak dari kebun buah ini begitu mengesankan.

Photo via: kelanakecil

Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah pagi hari, saat matahari baru muncul dan tampak jelas awan-awan serta kabut yang terlihat seperti hamparan kapas. Indah sekali!

Photo via: ceritawarga

Selain menikmati pemandangan alam, pengunjung juga dapat membeli aneka buah-buahan segar yang dipetik langsung dari pohon dengan harga terjangkau.

Photos via: nasirullahsitam, infotakterduga, sili suli

Kebun Buah Mangunan

Lokasi: Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Koordinat di sini.
Telepon: (0274) 646 0182
Jam Operasional: 24 jam
Tiket Masuk: Rp5.000,-

11. Menyibak Rahasia Istana Air: Taman Sari

Eropa bukanlah satu-satunya tempat di mana Anda bisa menikmati keindahan arsitektur abad ke-18. Istana yang memiliki beberapa kolam pemandian serta wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya ini dibangun sebagai hadiah untuk istri-istri penguasa Yogyakarta saat itu, Sultan Hamengku Buwono I, oleh arsitek berkebangsaan Portugis.

Photo via: hotelrengganisyogya

Setelah melalui koridor yang berliku menuju menara, Anda bisa menuruni anak tangga melewati Gapura Agung menuju Tajug, lorong bawah tanah yang berfungsi sebagai bunker sekaligus penghubung antara Taman Sari dengan keraton dan Pulo Kenongo.

Photo via: farachvio

Photo via: azzam rizaldi

Tempat ini banyak memiliki ruang rahasia yang tersembunyi, salah satunya adalah ruang penyimpanan senjata. Dari sini perjalanan dapat dilanjutkan ke Sumur Gumuling, masjid bawah tanah yang didesain dengani sisi akustik yang baik. Jaman dahulu, ketika imam mempimpin shalat, suara imam dapat terdengar dengan lantang ke segala penjuru.

Photo via: agriaryoko19, sabrinamaleqiano, AdiConx

Taman Sari

Lokasi: Jl. Taman, Yogyakarta
Jam Operasional: 08.00 – 14.00
Tiket Masuk: Rp3.000,- (Lokal) | Rp7.000 (Asing)

12. Menyatunya Tiga Mata Air di Air Terjun Sri Gethuk

Dikelilingi persawahan nan hijau, air terjun yang bersumber dari tiga mata air (Kedungpoh, Ngandong, dan Ngumbul) ini diyakini sebagai tempat penyimpanan kethuk, salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Konon pada saat-saat tertentu suara gamelan masih terdengar dari arah air terjun ini.

Photo via: atinwa72

Dari areal parkir yang juga juga menjadi area memancing, ada dua cara menuju Air Terjun sri Gethuk – berjalan menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah dan pohon kelapa, atau menggunakan rakit sederhana melawan arus Sungai Oya.

Photo via: dadiwiryawan, RomzyDjibran

Setibanya di air terjun, Anda akan disambut oleh suasana yang begitu hening dan damai. Satu-satunya suara yang ada hanyalah gemuruh air yang menghempas formasi bebatuan yang indah. Bebatuan berundak tersebut seolah mengajak pengunjung untuk melompat ke dalam air yang jernih dan sejuk.

Photo via: resti ui, adrian adendrata

Air Terjun Sri Gethuk

Lokasi:  Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta
Cara ke Sana: Dari pusat Kota Yogyakarta
a) Wonosari – Jl. Pathuk – Simpang gading –Jl. Playen – Jl. Bleberan
b) Imogiri Barat – Jl. Panggang – Jl. Paliyan – Jl. Playen – Jl. Bleberan
Koordinat di sini.
Telepon: 0853 3400 5700 / 0813 2821 6842
Jam Operasional: 07.00 – 17.00
Tiket Masuk: Rp3.000,- (sudah termasuk tiket ke Gua Rencang Kencono) | Rakit: Rp5.000,- per orang.

13. Sekeping Sejarah di Gua Rencang Kencono

Bersiaplah dibuat takjub oleh kehadiran pohon Klumpit raksasa berusia ratusan tahun tepat di tengah-tengah mulut gua.

 Nama Rencang Kencono sendiri didapat karena di gua inilah Laskar Mataram dulunya merancang strategi perang melawan penjajah Belanda.

 Selain stalaktit, bagian dalam gua yang cukup luas ini ini juga dihiasi pahatan yang menandakan bahwa di sini dulu juga pernah ada kehidupan dari jaman prasejarah, serta kutipan Prasetya Bhinnekaku yang menjadi ikrar para pejuang Mataram.

Photo via: yohanes rianto

Jauh ke dalam gua, melalui lorong yang sempit masih terdapat ruang-ruang  di mana salah satunya dijadikan tempat para pejuang bertapa untuk mendapat petunjuk. Dengan sirkulasi oksigen yang kurang baik, orang normal maksimal hanya bisa bertahan 10 menit di sini.

Photo via: hardivizon

Gua Rencang Kencono

Lokasi: Bleberan, Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta 55861
Jam Operasional: 08.00 – 20.00
Tiket Masuk: Rp3.000,- (sudah termasuk tiket ke Air Terjun Sri Gethuk)

14. Melihat Sisa-Sisa Keganasan Gunung Merapi di Kaliadem

Letusan besar Gunung Merapi pada tahun 2006 dan 2010 telah mengubah wajah daerah di sekitarnya. Area yang tadinya hamparan hutan pinus yang hijau kini berubah menjadi tandus.

Sebagai desa terdekat dan tempat terbaik untuk melihat apa yang tersisa dari erupsi tersebut, Kaliadem biasanya menjadi tujuan akhir dari perjalanan Lava Tour, sebuah paket perjalanan yang kerap diikuti mereka yang suka petualangan.

 Highlight dari Lava Tour di antaranya termasuk dua jurang hasil letusan, serta kunjungan ke Museum Sisa Hartaku yang menampilkan berbagai obyek yang rusak akibat lahar dan awan panas, seperti sepeda motor, kerangka hewan ternak, furnitur, serta jam dinding yang berhenti berdetak tepat pada saat bencana terjadi. Cukup bikin merinding bukan?

Photo via: kukuhaldy

Photo via: backpackerakhirpekan, khatulistiwa

Mau bawa kendaraan sendiri? Anda bisa menghemat pengeluaran dan bernegosiasi dengan para supir ojek untuk mengantar Anda tur. Biaya yang dikeluarkan tak akan lebih dari Rp150.000,- tapi pastikan kendaraan Anda mampu menghadapi medan yang berat.

Photos via: sansaputra, tribakti

Kaliadem

Lokasi: Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Rute Anda di sini.
Telepon: 0815 6868 141 / 0818 466 933
Tiket Masuk: Paket tur mulai dari Rp250.000,-/trip

Website Resmi

15. Menikmati Kerlip Lampu Kota di Bukit Bintang

Pesona Yogyakarta tak hanya dapat dinikmati di siang hari saja. Untuk dapat menikmati indahnya Yogyakarta di waktu malam, salah satu tempat yang paling ideal adalah di Bukit Bintang yang terletak di Perbukitan Pathuk.

 Jika langit sedang cerah maka Anda bisa melihat taburan bintang di angkasa, namun kalaupun bintang-bintang sedang “bersembunyi”, panorama gemerlap lampu kota di malam hari pun tak kalah menawan.

Photo via: TulusTraveler

Tempat ini sangat populer di kalangan muda-mudi yang biasanya berdatangan sejak sore hari.  Suasananya yang begitu romantis memang sangat pas untuk lokasi kencan.

Photo via: endangtriharta

Anda bisa membawa bekal camilan dan minuman sendiri untuk menemani obrolan hangat dengan orang-orang terdekat. Namun kalau tak ada, jangan khawatir karena di sini terdapat banyak warung, kedai kopi dan kafe sederhana yang menyajikan aneka jenis makanan.

Bukit Bintang

Lokasi: Jalan Raya Yogyakarta, Wonosari, gunung Kidul, Yogyakarta
Cara ke Sana: Ke tenggara menuju Jl. Nasional III,  Wonosari. Ikuti papan penunjuk arah menuju ke Bukit Bintang. Koordinat di sini.

16. Reruntuhan Istana Megah di Atas Bukit: Keraton Ratu Boko

Menuju ke puncak Bukit Boko, Anda akan menemukan peninggalan kompleks bangunan yang cukup luas yang dipercaya dulunya merupakan keraton tempat tinggal para bangsawan Jawa.

Photo via: AzramMahulauw

Dalam kompleks tersebut tersebut terdapat tiga buah candi, sisa-sisa bangunan pemujaan, serta kolam-kolam yang dialiri air alami yang diyakini memiliki berbagai macam khasiat.

Di setiap ujung tengga terdapat gapura yang berdiri kokoh, menyambut Anda untuk naik ke tingkat berikutnya. Dan di bagian paling atas terdapat sebuah balkon di mana Anda dapat melihat panorama Yogyakarta yang memukau di kejauhan, termasuk juga Candi Prambanan dan Candi Kalasan di arah utara dengan latar belakang Gunung Merapi.

Keraton Ratu Boko 

Lokasi: Jalan Raya Jogja – Solo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta
Telepon: (0274) 496 510
Jam Operasional: 06.00 – 17.00
Tiket Masuk: Rp25.000,-

Website Resmi

17. Mengungkap Misteri 7 Keluarga di Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung berapi yang aktif sekitar 60 juta tahun silam ini merupakan gunung api tertua di Yogyakarta. Bentuknya yang tak lazim dikarenakan dulunya gunung api ini merupakan gunung purba dasar laut yang terangkat ke permukaan akibat letusan dahsyat.

Puncak gunung tersebut adalah Gunung Gedhe dengan ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Untuk mencapai gunung yang dipenuhi bebatuan menjulang tinggi ini dari pusat Kota Jogja tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu 60-90 menit saja.

Photo via: thomasdian

Dalam perjalanan menuju puncak Timur atau Barat, Anda mungkin akan berpapasan dengan warga yang tinggal di Dusun Tlogo Mardidho yang terletak di puncak gunung purba ini.

Photo via: YanuarWisnu

Menurut legenda, dusun tersebut hanya boleh dihuni oleh 7 kepala keluarga saja. Jika kepala keluarga yang tinggal di dusun ini kurang atau lebih maka akan terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, jika anak-anak mereka sudah berkeluarga, maka keluarga baru tersebut harus meninggalkan Dusun Tlogo Mardhido.

 Oke, cukup dengan legenda. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah memukaunya hamparan awan di ketinggian, jajaran gunung batu dengan bentuk yang unik, perkampungan warga, serta hijaunya sawah dan ladang.

Photo via: travelmagz, telusurindonesia

Di sini juga terdapat telaga yang cukup indah, Embung Nglanggeran, yang berfungsi menampung air hujan untuk mengairi kebun buah kelengkeng, durian, dan rambutan di sekitarnya.

Gunung Api Purba Nglanggeran

Lokasi: Desa Nlanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta
Telepon: 0818 0260 6050
Jam Operasional: 07.00 – 11.00
Tiket Masuk: Rp7.000,-

Website Resmi

18. Menggali Pesona Mataram Kuno di Museum Ullen Sentalu

Meskipun Anda bukan penggemar museum, tapi tempat yang satu ini wajib dikunjungi karena National Geographic menobatkannya sebagai museum terbaik di Indonesia.

Museum Ullen Sentalu memajang aneka koleksi pribadi yang menggambarkan sejarah dari masa Kerajaan Mataram, salah satu kerajaan paling berkuasa di Indonesia pada abad ke-8, yang juga mendirikan Candi Borobudur.

Photo via: giofando

Begitu melangkah masuk, Anda langsung disambut oleh pemandu wisata yang akan membawa Anda ke tiap ruang pameran yang menampilkan beragam artefak seperti furnitur, lukisan, karya seni, serta sejarah singkat mengenai batik.

Photo via: wxssy, seethatseethis

Salah satu ruang yang paling memikat adalah Guwa Sela Giri, sebuah ruangan di bawah tanah yang memajang lukisan dokumentasi yang mewakili figur 4 keraton Dinasti Mataram. Konon salah satu wanita dalam lukisan tersebut seolah-olah mengikuti gerak-gerik Anda di dalam ruangan. Hiii….!

Tur berakhir di sebuah taman yang asri berhiaskan pilar-pilar batu berlapis lumut, di mana Anda akan disuguhkan segelas Ratu Mas, minuman khas dari ramuan tradisional yang berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan.

Photo via: intaninchan

Museum Ullen Sentalu

Lokasi: Jl. Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Sleman, Yogyakarta
Telepon: (0274) 895 161
Jam Operasional: 08.30 – 16.00 (akhir pekan buka hingga 17.00/ hari Senin tutup)
Tiket Masuk: Rp25.000,-

Website Resmi

19. Menanti Ikan Paus di Laut Bekah

Berbeda dengan kawasan pesisir lain di Yogyakarta, Laut Bekah tidak menyajikan hamparan pasir putih tempat Anda dapat berjalan-jalan, melainkan tebing batu kapur yang menjulang tinggi seperti di Uluwatu, Bali.

Photo via Moch Achsanto Ali

Photo via: Doni Afitrisnadi

Karena belum banyak dikenal orang, tempat ini sangat pas bagi Anda yang ingin menyepi sejenak untuk menjernihkan pikiran. Tapi untuk mencapainya butuh sedikit perjuangan. Apakah layak? Lihat saja sendiri.

 Jika Anda gemar memancing, aktivitas rock fishing yang mulai populer di tanah air bisa dilakukan di sini.

Photo via: Doni-Afitrisnadi

Di Tebing Bekah tersedia akses langsung menuju perairan dalam, artinya ada kemungkinan Anda bisa menangkap ikan besar. Atau kalau beruntung melihat ikan paus berenang!

Photo via: Matin

Laut Bekah

Cara ke Sana: Dari Yogyakarta, ke Pantai Parangtritis lalu ke arah timur menuju Purwosari, Gunung Kidul. Di persimpangan sebelum SDN Karangnongko 1, ambil jalan menuju Padukuhan Temon dan ikuti terus jalan ini. Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima. Koordinat di sini.

20. Menyusuri Sarang Ular di Gua Si Oyot

Tenang, di gua sepanjang 900 meter yang butuh waktu 90 menit untuk disusuri ini tidak pernah benar-benar ditemukan ular kok.

 Menurut legenda, Gua Si Oyot dibuat oleh seekor ular raksasa. Mungkin karena pintu masuknya yang sempit dan bagian dalam yang berliku-liku. Dan perjalanan menyusuri Gua Si Oyot cukup berat, karena Anda harus merangkak, berjongkok, berenang, dan berjalan di antara batuan yang licin. Di sana memang ada 3 zona yang harus anda lewati, yakni zona air, zona berbatu dan zona lumpur.

Photo via: si oyot

Selain stalaktit dan stalagmit yang memenuhi langit-langit dan dasar gua, akar pohon yang menembus celah bebatuan pun turut menambah karakter dinding gua ini.

 Perlu diingat, Gua Si Oyot hanya buka di musim kemarau saja (antara April – September), karena pada musim hujan air yang mengalir di dalamnya akan meluap.  Meskipun di musim kering, medannya tetap basah dan berlumpur sehingga ada baiknya Anda bawa pakaian ganti.

Gua Si Oyot

Lokasi: Jl. Padukuhan Gelaran II, Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta
Telepon: 0818 0439 6631 / 0856 4345 5685
Jam Operasional: 08.00 – 14.00
Tiket Masuk: Rp25.000,-

21. Tes Kemampuan Menawar Anda di Surga Belanja: Jalan Malioboro

Dari kemeja batik, sepatu, sampai miniatur becak, semua bisa Anda temukan di Jalan Malioboro.

 Di akhir pekan, kawasan ini akan dipadati oleh pengunjung, karena sejak jaman kolonial jalan ini memang sudah terkenal sebagai pusat perniagaan Yogyakarta.

Suara gamelan tradisional yang bersahut-sahutan dengan suara para pedagang kaki lima akan menemani Anda selama berbelanja oleh-oleh di sini.

Segala macam kerajinan tangan, perhiasan, serta kaus-kaus murah bisa Anda temukan dengan mudah. Dan seperti pasar tradisional lain di Indonesia, harganya pun sangat miring. Apalagi kalau Anda gigih menawar, maka semua bisa didapat dengan separuh harga!

Photo via: IbnuPrabuAli, FeriansyahPz

Bukan hanya tempat berbelanja, di kawasan sepanjang Jalan Malioboro juga banyak ditemukan tempat yang asyik untuk nongkrong dan bersantai.

Mumpung di Jogja, cobalah Nasi Kucing yang terkenal, atau Kopi Jos yang disuguhkan bersama bara arang panas di dalamnya.

 

sumber : https://indonesia.tripcanvas.co/id/jogja/tempat-wisata-seru/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s